Entri yang Diunggulkan

Target Pajak 2019 Jangan Sampai Menyengsarakan Rakyat

RMOL.  Menteri Keuangan Sri Mulyani memasang target penerimaan pajak pada Rancangan APBN 2019 sebesar Rp 1.786,4 triliun. Menurut anggot...

Senin, 15 Agustus 2016

Tips & trik Tes Pertamina

Berhubung banyak banget adik kelas di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) yang sering nanya-nanya gimana sih pengalaman ngelamar di Pertamina... Jadi sekarang saya mau sedikit curhat tentang perjalanan melamar ke perusahaan raksasa tersebut. Cuma pengalaman melamarnya  aja lho yah, soalnya saya gak lolos di tahap terakhir haha (sad story). 


Jadi asal mulanya, ada temen satu angkatan yang nyebarin info tentang open recruitment PT.Pertamina di http://recruitment.pertamina.com. Yap, saya ikutan pendaftaran via online untuk Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D4) – 2014 Batch II. Kita harus buat akun terlebih dahulu di wesite itu dan konfirmasi aktivasi via email untuk mengakses halaman pendaftarannya. Kalau sudah, Tampilan halaman pendaftarannya seperti berikut ini:


Nah di bagian Resume, kita bakal disuruh buat isi data-data pribadi sama upload beberapa berkas. FYI, berkas-berkas yang harus dibutuhkan buat persyaratan ternyata lumayan banyak:

  1. Pas foto terbaru
  2. Transkrip nilai
  3. CV
  4. Ijazah yang sudah dilegalisir. Wajib dilegalisir! Soalnya menurut pengalaman beberapa temen, mereka gak dipanggil untuk mengikuti tes yang pertama hanya gara-gara ijazahnya gak dilegalisir, tapi ada juga yang dipanggil. Yah, hoki-hokian gitu, tapi lebih baik mempersiapkan dari awal daripada menyesal kan?
  5. Sertifikat Tes TOEFL/TOEIC. Ini juga wajib! Tanpa sertifikat ini, dijamin lamaran kalian akan failed bahkan sebelum ikutan ujian psikotes.
  6. Sertifikat-sertifikat pendukung kaya sertifikat les bahasa Inggris, dll.

Kalau sudah beres, kita bakal disuruh nunggu sampai ada surat panggilan berikutnya. Waktu itu saya melamar tanggal 21 September 2014, kemudian baru ada panggilan tanggal 10 Oktober 2014 untuk mengikuti Tes Psikologi yang akan dilaksanakan besoknya, alias tanggal 11 Oktober 2014.

Awalnya kaget banget karena persyaratan yang dibutuhkan ternyata sangat banyak sementara pemberitahuannya sangat mendadak. Persyaratan yang harus dibawa itu seperti ini:


  1. Pas Foto 4x6
  2. CopyIjazah/Surat Keterangan Lulus legalisir
  3. Copy Transkrip legalisir
  4. Curriculum Vitae (CV)
  5. Copy Sertifikat Nilai TOEFL/TOEIC/IELTS
  6. Copy SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
  7. Copy Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA
  8. Membawa alat tulis (pensil 2B,ballpoint,penghapus)


Dan itu semua harus dibawa besok! Impossible! 


Untung aja ada salah satu peserta (temen saya)  yang protes untuk memberi keringanan persyaratan yang harus dibawa. Padahal di bawah surat panggilan itu ada keterangan NO NEGO APAPUN. Tapi alhamdulillah dikabulkan sama pihak pertamina nya. Akhirnya SKCK dan NAPZA bisa dikumpulkan menyusul pas wawancara nanti.


Berhubung sehabis lulus saya pindah ke Bekasi (asalnya ngekos di Bandung), saya terpaksa berangkat pagi-pagi dari Bekasi buat nyamperin lokasi tes psikotes, yakni di Ruang PERTAMAX Plus Lantai 2  Kantor Marketing Branch Jabar PT PERTAMINA (PERSERO), Wirayudha No. 1 (deket Gasibu). Sampe di Bandung sekitar pukul 12.30, untung aja tesnya kebagian yang jam 13.00, kalau kebagian yang  jam 08.00, udah pasti gak akan bisa ikut. Tapi kita emang disuruh stand by setengah jam sebelumnya untuk proses registrasi. Tadinya saya kira tesnya bakal ngaret, soalnya dari beberapa pengalaman ikut tes perusahaan-perusahaan besar kaya Schlumberger dan Trans TV, itu ngaretnya minta ampun dah, sampe kesel sendiri. Tapi ternyata Pertamina sangat menghargai para partisipan yang datang, ujian bener-bener tepat diadakan jam 13.00 setelah kita menyerahkan berkas-berkas persyaratan. Sebagian peserta ada yang terlambat dan mereka gak diizinkan ikut tes. So, jangan ngaret guys!

Oh ya, buat ikutan tes, kita disuruh memperlihatkan identitas pengenal dan bukti surat panggilan tes yang diprint, mungkin maksudnya biar gak ada joki kali yah? Wajah kita juga dicocokkan sama ktp kita, bener-bener diperiksa satu-satu.


TES PSIKOTES                                                                                               


Tes psikotes pertamina intinya gak beda jauh sama tes psikotes untuk calon PNS. Ada tes DISC personality, hitung-hitungan, problem solving, tes kemampuan memori, tes Wartegg, ngegambar orang, ngegambar pohon, dan yang paling kesel adalah tes Pauli. Itu lho yang ngejumlah-jumlahin angka di selembar kertas koran yang isinya angka semua. Goddamit! Saya sampe pusing banget liatnya, untung dikasih snack & air sama Pertamina, yay!

Nah saya bagi beberapa tips : 
DISC Personality Test



DISC Personality itu intinya kita bakal dikasih suatu kondisi, lalu kita disuruh menentukan mana kondisi yang paling ‘gua banget’ dan mana yang ‘ngga banget’. Hasinya, kita akan dikategorikan apakah termasuk kedalam orang-orang Dominance, Influencing, Steadiness, atau Compliance. Sebaiknya tes ini diisi sesuai dengan kepribadian kalian yang sebenar-benarnya karena kalian juga yang repot nantinya kalau ternyata posisi yang kalian tempati gak sesuai dengan sifat alamiah kalian. Tapi saya ngerti sebagian orang ada yang ngejar ambisinya buat masuk Pertamina. Untuk orang-orang seperti ini, saya bisa kasih tips untuk memanipulasi sifat-sifat kalian.



Misalnya kalian berasal dari teknik dan pengen banget dapetin posisi upstream. Orang-orang upstream itu dituntut untuk bergerak aktif, teliti, dan behati-hati. Berarti hasil personality yang kalian incar adalah ‘D’ dan ‘C’. Nah kalian cocokin tuh sama kondisi-kondisi di tes, mana kondisi yang termasuk ‘D’ atau ‘C’. Note: dalam satu soal gak selalu ada kondisi ‘D’ atau ‘C’ yah.



Sebaliknya, kalau kalian ngincer posisi Public Relation, otomatis kalian harus memiliki kepribadian yang menyenangkan dan friendly, jadi result personality yang kalian incar itu ‘I’ dan ‘S’. Di soal tes nya, kalian harus centang ‘gue banget’ untuk kondisi ‘I’ dan ‘ngga banget’ untuk kondisi yang mirip-mirip sama ‘D’. Ngerti kan? Kalau masih ada pertanyaan silakan tanya di komentar.
Wartegg Test


Siapa yang gak kenal dengan tes yang satu ini? Tes ini pernah diadakan buat tes masuk Trans TV juga. Intinya adalah, dari gambar di atas, kita disuruh untuk melanjutkan gambar hingga membentuk satu objek. Beberapa tips yang bisa saya sampaikan untuk tips ini adalah:



  1. Gambar yang kalian bikin harus tegas, kalau bisa jangan ada pengulangan garis atau bekas hapusan, jangan terlalu tipis juga, dan jangan sampe gambar ciptaan kalian bikin si pengujinya bilang “Ini gambar apaan sih?”. Intinya: Jelas.
  2. Mulailah dari gambar yang paling gampang. Kebanyakan peserta akan mulai dari gambar titik, tapi kalian bisa juga mulai dari gambar T. Urutan gambar jangan terlalu urut dari kiri ke kanan, ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kalian orangnya bisa fleksibel dan gak kaku, tapi jangan terlalu acak juga, soalnya berkesan bahwa kalian gak rapi dan gak bisa mengikuti prosedur. Khusus untuk laki-laki, jangan mulai dari gambar yang ada lengkungan-lengkungannya terutama no.7, ini akan berkesan bahwa kalian punya kepribadian yang agak ‘melambai’.
  3. Pisahkan mana gambar ‘teknik’ dan mana gambar ‘feminin’. Gambar 3,4,5,6 memiliki sifat ‘teknik’ jadi gambarlah sesuatu yang berbau teknik dari situ, misalnya palu, tangga, dll. Untuk gambar no 1,2,7,8 memiliki sifat ‘feminin’ gambar sesuatu yang berhubungan dengan alam/keindahan misalnya bunga, hewan, sesuatu yang hidup. Ini dimaksudkan untuk melihat seberapa luas anda mengenal dunia luar. Jangan mentang-mentang kalian dari teknik terus semua gambarnya berbau teknik juga.
  4. Jangan menggambar sesuatu yang terlalu ‘pasaran’. Contoh buat gambar-gambar wartegg test banyak banget di google. Kalau mau, kalian bisa ambil konsepnya, tapi jangan buat sama persis, ya modif-modif dikit laaah.
Pauli Test


Ini tes paling menyebalkan sedunia karena kita akan memaksa otak kita buat bekerja kaya mesin. Kita disuruh menjumlahkan 2 angka berurutan ke bawah, dan hasil jumlahannya diselipkan di antara 2 angka tadi.






Saat kita tengah mengerjakan penjumlahan, penguji akan bilang “GARIS!” dan kita diwajibkan untuk bikin garis di angka terakhir yang kita jumlahkan sebelum ngelanjutin lagi. Tujuan tes ini sebenernya adalah mengukur seberapa mampu kita bekerja di bawah tekanan. Kita diberi selembar kertas kaya koran yang isinya angka semua dan disuruh untukv mengerjalannya dalam waktu sekian menit, jadi secara otomatis—sadar atau tidak sadar—kita bakal ngerjain tes Pauli dengan buru-buru demi mengejar banyaknya angka yang dijumlah, aplagi begitu kita ngeliat tetangga kita yang udah ngebalikin kertas sementara kita sendiri setengahnya aja belum beres. Panik Mode On!



Nih ada beberapa tips, berdasarkan buku-buku psikologi dan siasat masuk perusahaan BUMN:

  1. Do it LIKE A BOSS! Kita gak boleh panik dan terlalu terburu-buru! Kuncinya di sini adalah tenang dan santai. Biarlah para peserta yang lain mengerjakan tes pauli ini kaya lomba balap karung, yang penting kalian mengerjakannya dengan teliti dan meminimalkan kemungkinan salah penjumlahan. Karena percaya atau tidak, mereka akan memeriksa hasil pekerjaan kalian SATU PERSATU kemudian menghitung seberapa banyak kalian salah menjumlah.
  2. Stabil. Usahakan jumlah angka tiap garis itu sama rata, jangan sampai kalian buru-buru mengerjakan di awal tapi pas akhir-akhir kalian kecapean dan keburu pusing, alhasil, ditengah-tengah kalian akan banyak ‘blank’, mendadak lupa 2+2 berapa. Kalian juga gak harus menyelesaikan semua angka-angka di sana kok, jadi jangan terpaku pada kondisi bahwa kalian harus menuntaskannya sampai akhir.
  3. Gunakan Pulpen. Beberapa penguji akan lupa memberi instruksi bahwa kalian seharusnya mengerjakan tes ini dengan pulpen. Kalau pakai pensil kan rugi semakin lama akan semakin tumpul. Jadi pastikan kalian menggunakan pulpen yang enak digenggam atau kalian bakal pegal di tengah jalan.
  4. Latihan! Perbanyak latihan biar kalian gak banyak blank, bisa print di kertas atau pun latihan di sini 

  
Menggambar Orang dan Pohon





Menggambar pohon mencerminkan kepribadian kita dalam kaitan pola pikir dunia kerja. Biasanya kalian akan disuruh menggambar pohon berbuah. Tapitidak boleh pohon rumpun, pohon kelapa, beringin, bambu, atau pohon pisang. Berikut ini adalah tips saat kalian akan menggambar pohon:

  1. Buatlah batang yang kokoh dan besar lengkap dengan akar, dahan, ranting, dan daunnya. Daunnya harus benar-benar bentuk daun, jangan keriting-keriting gak jelas. Ini akan memperlihatkan bahwa kita adalah orang yang suka memperhatikan detail.
  2. Kalau kalian menggambar buah, pilih buah yang besar, nangka misalnya. Ini sepadan dengan hasil yang ingin kalian capai, makin besar buahnya, makin besar juga mimpi pencapaian kalian.
  3. Tambahkan tanah di sekitar akar pohon, lengkap dengan rumput-rumputnya. Intinya, pohon yang kalian bikin harus ada media di bawahnya, mau itu pot kek, di pulau, atau pun puncak gunung, yang penting pohon kalian jangan mengambang di awang-awang. Kalian disuruh menggambar pohon tapi bukan berarti kalian benar-benar cuma menggambar pohon aja. Kalau mau, tambahkan juga burung-burung atau aneka bunga di sekitar pohon itu.

Dalam tes menggambar orang, yang dinilai bukan bagus tidaknya hasil gambar kalian. Jadi buat  kalian yang gak punya bakat, slow aja. Sama seperti saat kalian menggambar pohon, faktor yang harus diperhatikan adalah detail. Inilah tips saat kalain akan menggambar orang: 
  1. Gambar sesuai gender. Kalau kalian laki-laki, orang yang gambar juga laki-laki dengan wajah yang riang gembira/bahagia.
  2. Gambar full body. Walaupun kalian gak bisa menggambar, tapi jangan sampai kalian menyembunyikan beberapa bagian tubuh, apalagi dipotong. Kebanyakan para peserta biasanya menyembunyikan bagian tangan  di belakang pinggang  karena hasilnya jelek. Pede aja! Walaupun jari yang kalian gambar jempol semua.
  3. Profesi harus jelas. Kalau kalian menggambar seorang guru, lengkapi gambar kalian dengan atribut guru seperti papan tulis dan tongkat penunjuk, ada meja lebih bagus lagi. Tapi pakaiannya yang sopan ya!
  4. Gambar dengan tebal. Kalau kalian menggunakan garis terlalu tipis, itu akan memberi indikasi bahwa kalian memiliki sifat ‘tidak percaya diri’ dalam profesi. Tapi juga jangan terlalu banyak coretan karena itu tandanya kalian tidak konsisten dalam mengambil keputusan dan penuh keraguan.

 TES BAHASA INGGRIS                                                                                

Sehabis beres psikotes, saya pulang lagi ke Bekasi sambil harap-harap cemas. 10 hari kemudian, tepatnya tanggal 20 Oktober 2014, ada panggilan bahwa saya lolos ketahap berikutnya, yakni tes bahasa Inggris di tempat yang sama. Alhasil saya harus berangkat lagi deh ke Bandung.


Tes bahasa Inggris yang diadakan oleh pertamina ini kurang lebih sama dengan TOEIC dan skor kalian usahakan sampai di atas 600. Dibandingkan TOEFL yang kebanyakan soal long reading, tes TOEIC jauh lebih gampang, yang penting kalian harus pasang telinga dengan baik. 

Sabtu, 13 Agustus 2016

Review Koala Kumal

 Sekali lagi Raditya Dika. Dan Raditya Dika. Satu lagi film yang dia sutradarai, tulis naskah sendiri, dan aktornya, dia sendiri. Berbeda dengan 'Single' yang murni script untuk film, 'Koala Kumal' adalah produk adaptasi dari buku dengan judul yang sama. Walaupun begitu, buku dan film Raditya Dika, selalu tak pernah sama. Ini menarik. Apalagi sih yang dihadirkannya di film terbarunya ini?

Nuansanya poster film dengan bukunya sama. Hanya disini, ada tiga karakter yang mengisi posternya. Raditya Dika, Sheryl Sheinafia, dan Acha Septriasa. Ketiganya tampil pas dengan begitu ekspresif. Tanpa terlihat berlebihan. Bagusnya poster yang simpel ini bisa mencantumkan begitu banyak nama aktor dan aktris pendukung didalamnya, namun tetap bisa fokus pada point of viewnya.

Trailernya bagus sih penataannya. Tapi biasa aja kesannya. Kalau mau membandingkan, 'Single' trailernya lebih greget. Tapi poin bagusnya, ada part-part di trailer yang cukup menyentuh, bahkan dibandingkan di film aslinya.

Ramuannya tidak berbeda dari film sebelumnya. Hanya kali ini tema yang diangkat seputar patah hati. Hal yang cukup 'drama' tapi dibawakan secara komedi, itulah Koala Kumal. Naskahnya cerdas. Dialognya pintar. Plotnya asyik. Cerita gak mainstream. Film ini ringan, sehingga menikmatinya pun juga menyenangkan. Bisa membuat penonton tertawa, atau minimal senyum-senyum sendiri sepanjang film. Tapi mungkin karena terlalu ringan, sehingga sisi dramatisnya kurang dapet. 

Gambar jernih. Angle menarik. Coloring nyaman dipandang. Secara keseluruhan tampilan visual 'Koala Kumal' sangat layak. Walaupun jika dibandingkan dengan 'Single' yang visualnya megah, 'Koala Kumal' berada beberapa level dibawahnya.

Musik ilustrasinya biasa aja. Kurang dapet malah dibeberapa tempat. Komedinya jadi kurang greget. Dramatisnya pun begitu. Serba tanggung. Kecuali original soundtrack dari Sheryl Sheinafia, Kedua Kalinya dan Kutunggu Kau Putus, berhasil melekat di ingatan penonton. Bikin baper.

Sheryl Sheinafia kuat banget memerankan tokoh Trisna. Aktingnya natural, meyakinkan, dan dia sangat berbakat. Raditya Dika sebagai Dika, bagus aktingnya. Walaupun secara tokoh yang dibawain gak jauh berbeda dari peran-peran sebelumnya. Acha Septriasa dan Nino Fernandez jelas memiliki akting yang matang dan semakin memperkokoh cerita film ini. Pemeran pembantu yang banyak banget itu, masing-masing juga bisa menjaga flow film ini tetap berjalan baik di jalurnya. Beberapa yang menarik ialah Cut Mini, Ernest Prakasa, dan Anggika Bolsterli, aktingnya menawan.

oala Kumal memang bukan karya terbaik dari Raditya Dika. Tapi Koala Kumal mampu menyajikan masalah yang berbeda untuk diangkat menjadi sebuah komedi, patah hati. Sepanjang 96 menit, penonton bisa tersenyum, terharu, dan pulang-pulang merenung, haha. #BanggaFilmIndonesia

Review Juara 2016

jujur, saya awalnya sempat ragu ketika mengetahui Bisma Karisma akan main di sebuah film laga, tapi bermodalkan teaser trailer yang menyuguhkan aksi tarung dirinya melawan Cecep Arif Rahman, keraguan tersebut kemudian bergeser jadi rasa penasaran yang amat besar, apalagi ada nama Charles Gozali duduk di kursi sutradara. Jika ada orang yang saya percayai dapat membuat Bisma terlihat jago berantem, orang itu adalah Charles, sutradara yang tidak pernah main-main soal akting. Juara punya potensi untuk jadi tontonan lintas genre yang mengasyikan, saya tidak akan meragukan Charles dalam urusan drama-dramaan dan komedi, Nada Untuk Asa dan Finding Srimulat buat saya sudah cukup jadi jaminan kalau Charles nantinya bisa membuat drama yang berhati bukan hanya hujan tangisan belaka, serta candaan yang lucunya beneran bukan dibuat-buat. Berangkat saya ke bioskop langganan untuk menonton Juara, film baru mulai sekitar 10 menitan saya sudah menyukai interaksi antara Bisma dan Cut Mini. Selanjutnya keraguan apakah Bisma bisa berantem, secara perlahan terhapus setelah dia menunjukkan beberapa jurusnya untuk menghajar penjahat tengil dan tukang bully sok jagoan.
Melirik ceritanya, Juara agak mengingatkan saya dengan film-film sejenis Karate Kid, dimana nantinya Bisma yang hanya anak tukang bakmi harus rela jadi bahan bully senior-seniornya di kampus. Karena tidak punya dasar beladiri untuk balas pukul, lemparan batu pun hanya bisa dibalas kulit pisang. Tidak kapok diganggu, Bisma malah nekat mendekati Bella (Anjani Dina), kakak senior cantik yang telah membuat Basmi…eh Bisma jatuh hati. Ulah Bisma pun makin membuat murka si Attar (Ciccio Manassero), senior-tukang-bully-sok-mafia-sok-ganteng yang sudah lama mengincar Bella untuk jadi pacarnya. Tak diperbolehkan ibunya berurusan dengan yang namanya belajar berantem, Bisma hanya bisa pasrah dan bertahan jadi bulan-bulanan bully Attar dan gengnya. Hingga akhirnya pertolongan datang di saat Bisma sedang dihajar habis-habisan. Siapa yang menolong? Bukan, bukan Aa Azrax tapi seseorang yang dekat dengan Bisma, tapi dengan metode yang tak disangka-sangka. Kejutan agak nekat yang disodorkan oleh Juara ini awalnya sih sempat membuat saya mengernyitkan dahi, butuh proses untuk mencernanya.
Lebih aneh lagi jika tiba-tiba Aa Azrax muncul menembus kobaran api atau jatuh dari langit menolong Bisma. Saya pada akhirnya bisa berdamai dengan tambalan fantasi yang menambah ramai kisah from zero to hero di film yang ceritanya hasil karangan Charles bersama Hilman Hariwijaya ini. Darimanapun kekuatan Bisma berasal nantinya, entah itu belajar sama Mr. Miyagi ataupun tiba-tiba kerasukan Bruce Lee, Charles setidaknya sudah membuat Juara menjadi tontonan yang bisa dibilang mengasyikan. Walaupun berisi campuran tema, tapi pembagian porsi di masing-masing tema terlihat tak saling sikut, tapi justru kompakan bekerja sama untuk menghadirkan sebuah film utuh yang akan menghibur penontonnya. Saya melihat dramanya membantu kita untuk lebih peduli dengan perjuangan Bisma, Charles sekali lagi mampu menjembatani karakternya untuk terhubung dengan penonton. Ada kehangatan yang amat terasa saat Bisma dan Mamah Sarah hadir dalam satu adegan, mau itu sedang beradegan bercanda ataupun tangis-tangisan, semua berkat bangunan chemistry yang begitu kuat antara mereka berdua. Hati siapa yang tak akan terketuk melihat ikatan Ibu dan anak ini, bahkan Cecep Arif Rahman mungkin sengaja pakai kacamata untuk menyembunyikan air matanya.

Review Gost Diary

Dulu, mungkin saya bisa kuat nonton film horor lokal tiap seminggu sekali, entah itu film horor garapan Nayato atau film horor buatan rumah produksi K2K. Kala keduanya masih rajin “nyampah” di bioskop, saya memang masih dalam kondisi prima untuk melahap segala jenis horor berkualitas terbelakang. Masa Jahiliyyah tersebut sudah berlalu, walaupun sampai sekarang “hobi” saya nonton film horor ajaib tetap susah sekali untuk dihentikan, tapi setidaknya frekuensinya tidak lagi sesering dahulu. Saya masih menonton film Nayato, terakhir saya hampir sekarat disiksa oleh Takut: Tujuh Hari Bersama Setan, saya beruntung selamat tetapi efek psikologisnya tetap bisa dirasakan hingga sebulan. Saya jadi lebih sering sendiri, kadang depresi dan tidak nafsu makan. Makanya saya tidak bisa membayangkan jika harus menghadapi film-film horor seperti itu setiap minggu, mencicipi sekali dalam sebulan saja tampaknya bakal mikir seribu kali. Resikonya besar dan saya masih sayang nyawa. Apalagi saya selalu ingat nasehat Mamah yang bilang sehat itu mahal, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi demi alasan kesehatan, film horor lokal macam Ghost Diary ini baiknya dikonsumsi dua bulan sekali atau tidak perlu ditonton sama sekali. Sialnya, bisikan setan selalu menggoda saya.
Kebiasaan lama memang susah hilangnya, termasuk mengawali paragraf review dengan curhat. Maafkan saya, padahal sudah beberapa orang yang mengkritik isi tulisan saya untuk jangan banyak curhat, lebih baik langsung ngomongin filmnya atau selipkan sedikit sinopsis. Harap maklum, efek tidak menulis hampir sebulan membuat saya lupa bagaimana caranya menulis resensi dengan baik dan benar, eh tapi tunggu dulu, sejak kapan review saya ditulis dengan benar hahahaha. Loh, malah bercanda terus, sekali lagi mohon maklumi jika tulisan saya terkesan tidak serius. Tapi untuk film sepertiGhost Diary, bercanda adalah salah-satu cara saya untuk tidak berakhir depresi, saya tidak mau kejadian setelah menonton Takut: Tujuh Hari Bersama Setan terulang kembali. Ghost Diary bakal memperkenalkan kita dengan Marsha (Dhea Annisa), karakternya tidak akan asing untuk pemirsa televisi, khususnya para pecinta sinetron hidayah. Tokoh yang nantinya sengaja dibuat paling menderita untuk meminta belas kasihan penonton. Dari sering jadi korban bully sampai punya ibu tiri yang jahat. Ketika teman-temannya yang lain memanfaatkan liburan dengan bertemu orang tua, Marsha justru tetap tinggal di asramanya, terpaksa, karena ibu tirinya tidak suka dia ada di rumah.
Kasihan Marsha, tidak diterima di rumah sendiri, liburan hanya di asrama, terus diganggu hantu pula. Untungnya Marsha tidak sendirian, ada para pem-bully-nya yang juga menghabiskan liburan di asrama karena kena hukuman, dan ada Rossa si pembina asrama yang di seragamnya ada simbol freemason(silahkan googling sendiri bentuk logonya). Misteri hadirnya logo tersebut lebih menarik ketimbang keseluruhan Ghost Diary, apakah filmnya asal main comot untuk hiasan, atau ada semacam teori konspirasi yang menghubungkan sekolah tempat dimana Marsha menuntut ilmu, dengan perkumpulan rahasia yang sering dikait-kaitkan sebagai para penyembah setan. Apakah Kak Rossa yang terlihat baik-baik kepada Marsha itu sebetulnya hamba Lucifer? Mendirikan asrama untuk kedok misi perekrutan jemaat baru sekaligus menjebak korban untuk ditumbalkan. Sayangnya, film tak pernah menjelaskan keterkaitan lambang freemason itu dengan asrama ataupun Kak Rossa, semua tetap jadi misteri hingga durasi berakhir. Mungkin penjelasan yang saya cari akan terungkap di sekuelnya, apalagiGhost Diary berakhir dengan adegan yang kembali memancing seribu pertanyaan, tapi saya tidak mauspoiler.

Review Raksasa dari jogja (2016)

Saya bukan orang yang anti sama film romansa Indonesia, barangkali umur saya memang sudah tidak cocok dengan kebanyakan film cinta-cintaan yang kemarin-kemarin rilis. Saya memilih tidak menontonLondon Love Story, alasannya karena sasaran film yang dibintangi Michelle Ziudith tersebut memang ditujukan untuk penonton yang lebih muda (bukan “remaja” tua seperti saya). Saya sudah pernah mencoba Magic Hour, dan jujur saya hanya kuat menonton setengah film saja. So, film romansa itu sama seperti orang berpacaran, butuh kecocokan. Buat apa saya paksa-paksa menonton, kalau hanya berujung mendapat secarik kertas berisikan resep dokter. Di tengah ramainya film romansa remaja yang formulanya hampir mirip-mirip, kalau tidak masalah rebutan gebetan, diselingkuhi sahabat sendiri, atau kisah kasih yang bertepuk sebelah tangan, sinema Indonesia bisa dikatakan darurat film romansa berstatus dewasa. Maksudnya bukan yang tiap lima menit sekali buka-bukaan terus main tidur-tiduran. Akan tetapi film romansa yang plot dan konfliknya lebih berbelit, mendalam, dan dengan konklusi yang tidak instan.
Mereka yang belum mengenal kerasnya hidup, mungkin akan lebih memilih film-film romansa remaja berkonten ringan, untungnya masih ada Kapan Kawin? dan Test Pack untuk saya. Lucunya, Raksasa Dari Jogja seperti sebuah gabungan dari keduanya, formula film remaja yang penuturannya lebih dewasa ketimbang film-film sejenis. Monty Tiwa seperti memperlakukan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Dwitasari ini layaknya dia mengarahkan film–film cinta dengan target penonton sudah berumur. Konsep tersebut tampaknya membuat saya kemudian merasa cocok dengan Raksasa Dari Jogja, walaupun cerita ringan dan masih tetap klise ala film-film romansa remaja pada umumnya, tetapi Monty mampu mengemasnya untuk terlihat apa adanya dan bahkan terasa realistis, tak romantis yang terlalu berbunga-bunga ataupun manis yang malah bikin kita jadi kena penyakit diabetes. Penceritaan Raksasa Dari Jogja pun tidak melulu berseri-seri penuh dengan kisah percintaan, kisah keluarga yang cukup kelam pun nanti akan membuntuti kemanapun Bian (Karina Salim) melangkahkan kakinya.
Ada latar pahit dibalik wajah manis Bian, yang sejak kecil hidup dalam bayangan kekerasan Papanya (Ray Sahetapy). Tak tahan lagi, Bian pun pergi meninggalkan kemewahan di Jakarta dan mengungsi ke rumah Budenya (Dewi Irawan) di kota Jogja. Di kampus, cewek mungil ini lebih banyak diam dan menutup diri, sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Gabriel (Abrar Adrian), si raksasa yang bakal membuat Bian kembali tersenyum. Saya cukup menikmati Raksasa Dari Jogja di paruh awal adalah pertanda bagus, karena kemudian saya peduli menghabiskan sisa durasinya dengan ikhlas dan senyum. Keistimewaan Raksasa Dari Jogja saya akui bukan berasal dari cerita, tapi justru pada karakter-karakternya, bagaimana Monty memperlakukan karakter, bukan sebagai patung seperti buatan Bian, tapi menampilkan mereka sebagai manusia yang bernyawa. Cerita yang terlihat biasa akhirnya menjadi semakin menarik untuk disimak hingga durasinya habis, tidak hanya alasan penuturan kisahnya yang mengalir dengan asyik, tetapi juga karena tiap penokohan yang dimainkan apik oleh para pemainnya, khususnya karakter Bian yang dimainkan gemilang oleh Karina Salim. Dari berakting canggung saat bertemu Gabriel, hingga nantinya saya melihat seorang Karina Salim yang sangat berbeda ketika tiba waktunya untuk murka.

Review Indonesia Kirana ( 2016)

The Chorus garapan Christophe Barratier memperlihatkan kalau sebuah paduan suara yang bagus tercipta dari kedisiplinan dan kekompakan anggotanya, walau tim paduan suara anak-anak pimpinan Clement Mathieu tersebut memiliki bocah bersuara malaikat bernama Pierre Morhange, mereka tetap butuh kerjasama tim. Paduan suara tidak ada bedanya dengan kesebelasan sepakbola, satu orang yang jago main bola tidak bisa memenangkan pertandingan seorang diri, Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo tetap butuh teman-temannya untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan. Apa yang tidak diperlihatkan film-film bertemakan paduan suara tersebut—termasuk Sister Act yang dibintangi Whoopi Goldberg—adalah proses yang sebenarnya, kisah pahit di balik panggung, dan tidak selamanya kompetisi paduan suara berakhir happy ending. Clement Mathieu dan Suster Mary Clarence tampaknya bakal mengerti apa yang akan dihadapi oleh Kang Arvin Zeinullah di Indonesia Kirana, tidak mudah untuk memimpin, mengajar dan menyatukan tim paduan suara agar tak sekedar bagus bernyanyi, tapi juga disiplin dan kompak.
Orang-orang “gila” dari Embara Films yang menyuguhkan keindahan Epic Java di tahun 2013 silam, kembali dengan sebuah dokumenter yang akan mengajak kita menelusuri jejak Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) di benua Eropa. Melalui Indonesia Kirana, kita diberikan kesempatan untuk lihat tak hanya penampilan luar biasa dari PSM Unpad, tapi perjuangan mereka untuk bisa sampai ke “olimpiade”-nya paduan suara yang diadakan di Slovenia. Sebuah kisah dari balik panggung yang menceritakan manis dan pahitnya proses latihan untuk bisa menunjukkan yang terbaik di hadapan dunia, mewakili Indonesia. Ya, saya yang hanya punya pengalaman menjadi paduan suara saat upacara bendera di sekolah dulu, seketika hanya bisa tercengang dipertontonkanIndonesia Kirana dan kehebatan PSM Unpad. Melihat tiap anggotanya yang harus melewati “ujian” sangat berat agar nantinya mampu bersaing dengan kelompok paduan suara lain dari seluruh dunia, saya pun jadi ikutan stres. Tidak bisa membayangkan mesti berlatih di tempat terbuka dengan suhu udara yang dinginnya minta ampun, dan dipaksa tetap fokus bernyanyi dengan benar oleh Kang Arvin yang sadis.
Indonesia Kirana bukan sekedar melihat PSM Unpad berjuang untuk lalui segala rintangan demi bisa jadi yang terbaik, ataupun mendengarkan suara-suara indah saja, akan tetapi juga mengajak serta penonton untuk ikut merasakan bermacam letupan emosi dari tiap anggota PSM Unpad. Penempatan momen demi momen, dari mulai berangkat ke Belanda hingga nantinya berdiri di panggung kompetisi diUnion Hall, ditata dengan baik agar tercipta mood yang tepat ketika menonton, sekaligus mampu memancing reaksi emosional penonton. Di beberapa part, saya bisa tersenyum dan tertawa bahagia melihat tingkah lucu anak-anak PSM Unpad, termasuk selipan wawancara “semua akan segera berakhir” yang memorable itu. Tetapi di part lainnya, wajah saya bisa tiba-tiba berubah warna merah, mungkin dengan tambahan kepulan asap keluar dari telinga ala film kartun, alias menahan amarah saat melihat Kang Arvin memaksa anak-anak PSM Unpad untuk berlatih tidak kenal waktu, walaupun mereka kedinginan dan kelelahan. Indonesia Kirana sanggup membuat saya seperti menjadi bagian dari PSM Unpad selama 90 menit, merasakan susah, senang, dingin, letih, stres, gembira dan sedih bersama-sama.

Review mY stupid Boss

Dalam dunia perfilman, duet Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari mungkin sudah identik sebagai pasangan Habibie dan Ainun. Dalam film Habibie Ainun (2012), penonton dibuat tersentuh dengan akting cinta mereka yang sangat menghayati. Nah, bagaimana kalau Reza dan BCL harus akting bermusuhan?.


My Stupid Boss arahan sutradara Upi (Realita Cinta dan Rock ‘n Roll, Radit dan Jani) bercerita tentang Diana (Bunga Citra Lestari) yang tinggal di Malaysia karena mengikuti pekerjaan suaminya, Dika (Alex Abbad). Karena tidak betah menjadi ibu rumah tangga, Diana lalu memutuskan untuk cari kerja. Ia lalu melamar di perusahaan milik teman lama Dika semasa kuliah, yang kita kenal sebagai Bossman (Reza Rahadian).
Meski pun ditentang suaminya, Diana tetap bersikeras mau bekerja. Dia pikir dirinya dan Bossman akan cepat akrab karena mereka sama-sama orang Indonesia. Ternyata Bossman adalah the worst boss ever! Selain banyak omong dan seenaknya sendiri, Bossman ternyata juga pelit, licik, curigaan, dan suka melanggar aturan. Dia sama sekali tidak punya kemampuan untuk memimpin perusahaan. Akibatnya, seluruh tata kerja perusahaannya berantakan dan semua karyawannya benci setengah mati pada Bossman. Selain BCL, kantor ini turut diramaikan dengan sejumlah aktor Malaysia sebagai anak buah Bossman, yaitu Atikah Suhaime, Chew Kinwah, Bront Palarae, dan Iskandar Zulkarnain dengan tingkahnya masing-masing yang aneh bin ajaib. Sebagai kepala administrasi, Diana kewalahan mengatur tagihan yang menumpuk, menampung omelan dari supplier, serta mendengarkan keluhan para karyawan. Tapi si Bossman yang kikir ini tidak pernah mau mendengarkan pendapat mereka. Tetap saja dia semena-mena dan merasa dirinya paling benar. Masalahnya, Diana terpaksa harus bertahan di tempat kerjanya karena sudah terlanjur terikat kontrak. Stres!
REVIEW FILM MY STUPID BOSS 3Barangkali ada yang berpikir, masa sih ada bos sekacau itu? Jangan salah, My Stupid Boss ini berdasarkan kisah nyata, lho! Cerita ini diangkat dari blog sehari-hari seorang netizen anonim dengan judul Chaos@Work. Sang penulis awalnya menuangkan kekesalannya terhadap Bossman melalui blognya dimulai sejak tahun 2005. Rupanya kisah penderitaannya ini justru mendapatkan sambutan positif dari para pembaca, sehingga pada tahun 2008 diterbitkan sebagai buku dan berlanjut sampai sekarang hingga 5 volume.
REVIEW FILM MY STUPID BOSS 4Untuk pertama kalinya dalam film ini kita dikejutkan dengan peran Reza Rahadian sebagai om-om gendut yang botak dan berkumis lele. Penampilan ini sukses bikin penonton lupa bahwa ia adalah seorang Reza Rahadian. Bukan hanya sekadar make up saja, tapi karakter Bossman juga ditunjang dengan akting Reza yang luar biasa. Gaya bicara medok, broken English, tawa yang meringis, dan sikap sok tahu Bossman benar-benar terlihat alami dan bikin sebel! 
Meski pun berperan jadi orang yang annoying, Reza tetap membawakan Bossman sebagai karakter yang mengundang tawa dan tidak membosankan tanpa terkesan lebay, sehingga kita terus penasaran dengan aksi berikutnya. Bravo Reza!
Sebagai anak buah Bossman, BCL kali ini tampil manis dengan rambut bob dan bahasa Melayu yang fasih. Tapi seperti film-film sebelumnya, well, BCL stays as herself, hanya saja kali ini dengan ekspresi kesal dan marah-marah. Sebaliknya, suasana kantor justru lebih dimeriahkan oleh penampilan jenaka para aktor dari Malaysia.
Sayangnya, setelah sederetan adegan lucu, lama-lama jokes dan monolog Diana terasa monoton, seperti penggunaan kata “si kumis lele” dan “bom molotov”. Okay, we get it already, jadi tidak perlu diucapkan berkali-kali, kan? Keberadaan Alex Abbad sebagai suami Diana juga kurang signifikan karena ia hanya mengulang-ulang reaksi yang sama ketika mendengarkan curhat Diana. Puncaknya, klimaks pertengkaran seru antara Bossman dan Diana diselesaikan dengan ending yang agak dipaksakan dalam waktu yang terlalu singkat.
Hal lain yang menonjol dari My Stupid Boss adalah visual yang didominasi dengan warna hijau, merah, dan kuning. Walaupun mengambil setting di masa kini, color palette ini membuat suasana film terlihat retro dan enak dipandang, mengingatkan kita akan warna film-film Wes Anderson.

sumber : http://id.bookmyshow.com/blog-hiburan

Sedot WC Pemalang Doraemon (Pemalang, pekalongan, Dan sekitarnya)

SEDOT WC DORAEMON


JASA UTAMA
hubungi di :

0813-2663-3341
0858-4208-3073
0877-6435-7272





kami mengerjakan :
  • Sedot wc
  • Memperlancar wc mampet
  • Memperlancar saluran air mampet
  • Sedot limbah pabrik
  • Bikin septick tank / rembesan

jika anda membutuhkan jasa kami untuk mengerjakan hal-hal tersebut hub di :

HP : 0813-2663-3341
0858-4208-3073
0877-6435-7272


Seiring bertambahnya permintaan pelayanan konsumen dari berbagai daerah, saat ini kami telah membuka cabang dan pelayanan jasa kami meliputi untuk wilayah-wilayah dibawah ini :

1. Pemalang
2. Tegal
3. Pekalongan
4. Batang

Jumat, 12 Agustus 2016

Pengalaman Tes Kerja di PT.PJB Services Palembang

Baiklah , kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya tentang pengalaman tes seleksi calon karyawan di PT.PJB Services tahap pertama yaitu Tes Akademik dan Bahasa Inggris .

Pada hari minggu, tgl 26 oktober, saya mengikuti tes akademik dan bahasa inggris PT.PJB Services di wilayah tes palembang, tepatnya hotel Rio ... hehehehe .. kalau agan tahu letaknya di Jl.Lingkar Dempo, dekat Asus Center .

Pagi itu kebetulan saya bangun kesiangan, karena ,menonton El-Clasico yang berakhir 3-1 untuk Madrid ... :P , tapi untung saja temanku menjemputku pada pukul 6 kurang .. Jika saja tidak mungkin saya bangun jam 7 pagi , Heheheheheee. ....

Tes pada hari itu sesuai Jadwal dimulai jam 7 pagi, ya .. gak jam 7 bener sih, .. karena masih harus proses sesuai identitas atau tidak untuk mengikuti tes tertulis tersebut dengan memperlihatkan e-KTP.

Hari-hari sebelumnya, saya mencari informasi tentang soal-soal yang akan keluar untuk tes akademik,  dari hasil penelusuran saya kepada Mbah Google :P , melihat blog pengalaman rekan2 yang sdah pernah meengikuti tes di PT.PJB Services, tes Akademik sesuai dengan jurusan yang kita ambil, kebetulan ane dari Teknik Elektronika & Instrumentasi ( Teknik Elektro Arus Lemah) .. jadi ane prediksi pasti soal2 ttg arus lemah/elektronika yang akan keluar .. heeheheheee ...

Dan hari itupun dimulai, ketika lembar jawaban untuk tes tahap pertama dimulai ...WHATTTT !!!!!!!!!!!!!!!!! Bukan soal ttg Elektronika yg keluar .. malah yang keluar soal  FISIKA SMA ... ya tahu sendiri gan, .. yg lebih miris lagi kan sudah gak ingat soal2 fisika SMA walaupun soalnya Multiply Choice , karena kalau di Teknik Elektronika dan Instrumentasi yang dipelajari rata2 adalah tentang Termodinamika dan Suhu. Soalnya ada 30 soal ... Ya akhirnya ane paling ngerjain soal sekita 25%-30% lah yg bisa dikerjain .. itupun malah salah satu soalnya ttg Berapa Nilai 1 coloumb, ... kemudian bentuk benda pada cermin datar ... Konversi derrajat celcius ke Kelvin , dsb lah .. Malah ada teman ane gak ngerjain dan lebih untuk tutup soal dan pegang kepala .... Mbak pengawasnya bilang .. coba aja dijawab asal aja.. kali aja keberuntungan berpihak kepada anda .. :P

Alhasil sisa soal FISIKA SMA ane asal jawab aja :P

Akhirnya tes pun selesai dan dilanjutkan dengan tes Bahasa Inggris .. di Tes Bahasa Inggris ternyata digunakan Tes TOEIC .... dan ketika sesi listening Comprehension ... terjadi gangguan teknik, kasetnya banyak Bass !! jadi terganggu lah .. alhasil diperintahkan untuk mengerjakan bagian Reading Section .... Ketika selesai bagian Reading Section, dilanjutkanlah kembali ke Listening Section .. dan Masih agak terganggu pendengaran dari Audionya ... Jujur, sebelumnya TOEFL Ane hanya 480 .. sdgkn TOEIC ane 585 .... tapi sungguh .. untuk kali ini Listening ane Gak yakin banyak bener , tes pun selesai sekitar pukul 11.20 WIB ,

Pengumuman akan diumumkan 2 hari setelahnya, sekarang ane lagi nungguin hasil seleksi pertama, jadi tolonng mnta doanya agan2 sekalian kali aja nasib ane beruntung.


sumber : http://oktiprambudi18.blogspot.co.id/

Pengalaman rekruitment OJK

Hari ini tiba-tiba kontak dan semua aplikasi chatting lagi rame-ramenya nge-japri gue soal iklan lowongan di OJK, berasa contact center , haha. Ya, semua pemuda Indonesia lagi antusias banget untuk apply lowongan di salah satu lembaga Negara ini yang mulai di buka per 19 Maret 2016. Alhamdulillah, sudah 1 tahun gue bergabung di Institusi ini. Awalnya, gue nggak sangka bisa berkontribusi di lembaga pengawas industri keuangan Indonesia. Secara backgroundpendidikan gue bertolak belakang banget (udah ga usah di bahas :p) 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang di bentuk Negara untuk memerankan fungsi pengaturan dan pengawasan terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor industri keuangan di Indonesia. Usia lembaga ini memang masih dini yakni 4 tahun, namun prestasi dan kinerja OJK sudah tidak di ragukan lagi bahkan telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak baik nasional maupun internasional.

Jujur raja, di awal gue apply di tahun 2014 lalu masih belum ngerti apa itu OJK, tugasnya seperti apa, dan yang terpenting suasana bekerjanya seperti apa? Pasti semua orang sangat mengimpikan suasana kerja yang nyaman dan mendukung pengembangan dan kompetensi yang kita miliki. Selama yang gue rasa, OJK tempat bekerja yang mendukung itu semua , soal kesejahteraan tidak udah di ragukan lagi sob, hehe.

Well, ada pepatah yang bilang “sabar adalah kunci keberhasilan”. Itulah yang bisa menggambarkan proses rekrutmen di OJK. Di tahun 2014 lalu, OJK membuka peluang untuk lulusan diploma, strata satu, dan strata dua. OJK memang sampai degan saat ini pun gencar-gencarnya mencari bibit-bibit unggul untuk bergabung membangun lembaga ini. Ada empat tipe proses pencarian calon pegawai OJK saat itu : Pendidikan Calon Pegawai Tata Usaha (PCT-OJK), Pendidikan Calon Staff (PCS-OJK), Pendidikan Calon Staff Edukasi (PCE-OJK), dan Pendidikan Calon Pejabat (PCP-OJK). 

PCT-OJK adalah jalur gue masuk di tahun lalu, karena untuk bisa masuk ke tipe rekrutmen ini di khususkan untuk calon pegawai yang menggunakan ijazah diplomanya. PCS-OJK jalur yang bisa di pilih untuk rekan-rekan yang telah menempuh strata satu, PCE-OJK sama seperti PCS-OJK hanya kualifikasinya di khususkan untuk yang telah memiliki pengalaman bekerja dan PCP-OJK khusus untuk calon pegawai yang telah berpengalaman cukup lama di industri keuangan.

Proses rekrutmen di OJK menggunakan konsultan independen yang akan membantu prosesnya hingga menjadi calon pegawai. Sesuai pengalaman, rekrutmen di OJK melewati beberapa tahap seleksi : administrasi, psikotes I, psikotes II, Interview, Medical Check Up, MMPI Test. Khusus PCS-OJK tahun lalu, ada tahapan mengikuti Focus Group Discussion di dalam proses seleksinya. Durasi hingga penetapan menjadi kandidat calon pegawai, kurang lebih 3 bulan pasca lolos seleksi pertama. Jadi, teman-teman yang akan move on dari tempat lama bisa estimasi waktu untuk resign :p

Setelah melewati proses seleksi dan pengumuman tiba itu rasanya kaya di terima pacar loh. Pengumuman pun di lakukan secara online dan kita di minta untuk melengkapi syarat adminsitrasi lainnnya sebelum penandatanganan kesepakatan bekerja di OJK.   Setelah itu, saatnya kita masuk ke dalam tahapan pendidikan,

Pendidikan di semua tipe rekrutmen berbeda durasi. Khusus PCT, PCE, dan PCP berdurasi 6 bulan yang terdiri dari kegiatan kesamaptaan, in class training, & on job training. Sedangkan untuk PCS, durasi program pendidikan berdurasi 1 tahun. Selama pendidikan kita di nilai dan harus melewati standar nilai rata-rata kelas. Jika di atas nilai terebut, kita langsung di lantik  pegawai tetap pasca kegiatan pendidikan tersebut. Jika di bawahnya, penundaan pelantikan berbulan-bulan pun akan menjadi konsekuensi yang kita terima. So, selamat mengikuti proses rekrutmen dan pendidikan yang akan di tempuh nantinya ya, semoga kalian berjodoh untuk berkontribusi di OJK dan bersama memajukan industri keuangan di Indonesia yang lebih baik


sumber : http://www.zonaricki.com/2016/03/cerita-pengalaman-proses-rekrutmen-di.html